Wanita penghuni pohon di belakang kelasku
Ini bermula saat aku masih di bangku SMA kelas 2. Saat itu aku duduk paling pojok sebelah kiri tanpa ada teman sebangku. Ketika masuk istirahat pertama sekitar jam 10 aku di hebohkan dengan adanya murid pindahan. Aku pun bahagia ternyata aku punya teman sebangku juga. Aku bertanya kepada teman sekelas ku kapan si murid pindahan itu akan tiba? Lalu teman ku berkata, dia bakal datang set 12 siang sebelum isitirahat kedua. Lalu aku bertanya lagi kepada teman ku, siapa kah dia? Laki2 atau perempuan. Temanku menjawab katanya perempuan. Akupun gembira ternyata teman pindahan itu perempuan. Singkat cerita ketika pukul jam set 12 siang aku menanti menunggu hadirnya anak pindahan itu. Aku bertanya lagi kepada teman ku itu katanya bakal ada anak pindahan tetapi ko belum juga datang seperti yang dikatakan. Aku pun kesal karena teman pindahan yang bakal jd teman sebangku ku tak kunjung datang sampai jam istirahat kedua sudah berbunyi. Aku pun kekantin untuk membeli minum karena haus dan lapar. Setelah dr kantin aku balik menuju kelas. Saat ingin masuk ke kelas teman ku itu sedang berkerumun melihat ku seperti ketakutan dan tidak mau berdekatan dengan ku. Aku pun semakin kesal saja dengan tingkah laku teman ku itu. Aku pun bertanya lagi, kenapa sih dg hari ini? Pertama katanya ada anak pindahan baru, yang kedua kalian sepertinya menjauhi ku (dengan nada yang aga keras). Terus aku bertannya kepada salah satu teman ku yang menurut ku dia pasti tau kenapa mereka berbohong dan mencoba menjauhi ku. Lalu teman ku berkata, murid pindahan itu sebenarnya tidak ada melainkan kamu (saya) telah di ikuti oleh sosok hantu wanita penghuni pohon di belakang kelas kita. Aku pun tidak percaya walaupun teman ku itu mempunyai kelebihan bisa melihat hal yg tak kasat mata(indigo). Lalu teman ku yg indigo itu berkata sosok hantu wanita itu sudah lama mengikuti kamu semenjak naik ke kelas 2. Mendengar hal itu aku pun kesal dan berharap hari ini cepat berlalu. Keesokan hari nya ketika masuk kelas, kelasku itu berbau pandan saat aku selidiki ternyata bau itu berasal dari atap kelas terbawa oleh air yang menetes kebawah. Seketika itu aku merinding. Saat itu aku takut sekali apa lagi telah mendengar bahwa aku di ikuti sosok tak kasat mata. Dan setiap malam aku bermimpi bertemu oleh wanita yang akhir2 ini masuk kedalam mimpiku. Aku bertanya kepada teman yang mempunyai kelebihan itu. Akhir2 aku bermimpi aneh bertemu wanita dengan menggunakan baju adat jawa. Lalu temanku berkata itu lah dia sosok yang mengikuti kamu (saya). Singkat cerita saat itu sedang kerja kelompok dirumah teman ku yang lain. Aku sekelompok dengan teman indigoku. Ketika masuk rumah teman ku yang lain, teman indigo ku tercengang katanya dia ada disini dengan wujud yang menyeramkan. Aku dan teman ku yang anak indigo itu pulang. Sambil bercerita, dia bilang dia itu ga suka kalo kamu bersama wanita lain berdua terutama aku (anak indigo). Lalu aku bertanya aku harus bagaimana? Aku lelah hari2 ku terasa buruk apalagi tiap malam aku harus bertemu denganya. Temanku lmenjawab pokoknya kamu(saya) jangan pernah masuk atau terbawa ke alam dia. Sekalinya kamu masuk kamu tidak akan bisa balik lagi, kamu(saya) akan tertinggal selamanya disana. Aku (anak indigo) akan mencoba membantu sebisaku. Saat malam tiba adalah waktu yg aku benci karena pasti aku akan bertemu dengannya lagi. Sehabis sholat isya tiba2 aku mengantuk sekali, aku bertahan agar tidak terlelap tapi mata ini tidak bisa di kompromi. Entah knp aku pun lgsg tertidur saat itu aku bermimpi aku berjalan disebuah kerjaan yang suasananya aga sepi. Aku terus berjalan tanpa sadar aku sudah memasuki gerbang utama istana. Saat aku ingin masuk tbtb tanganku ditarik dr belakang, saat ku menoleh siapa yg menarikku ternyata dia adalah temanku (anak indigo). Teman ku berkata dalam mimpi ku jangan masuk(dg intonasi tegas). Saat aku menoleh kedepan aku terkejut ada sosok wanita yg biasa hadir dalam mimpi ku. Sosok itu melambaikan tangan mencoba mengajak ku masuk kedalam istana tsbt. Lalu teman ku berteriak sudah jangan menggangu teman ku(saya). Tbtb sosok wanita itu berubah menjadi sosok yang menyeramkan. Temanku (indigo) lihatlah itu adalah sosok sebenarnya yg mengikuti kamu(saya) cepat kita harus pergi dr sini. Saat aku dan temanku akan pergi menjauh tbtb aku dihadang oleh 3 ular raksasa yang siap menerkam kami. Saat itu kami pun dalam ketakutan di dalan hatiku aku berkata dan berdoa kepada Tuhan jika memang ini akhir dari hidupku aku rela. Saat aku berdoa didalam hati aku melihat temanku memanggil2 sesuatu. Dan benar saja tbtb ada sosok bercahaya putih didepan ku, lalu ular raksasa trsbt menghindar seakan takut oleh sosok bercahaya putih. Sosok bercahaya putih itu lgsg bertarung tanpa basa basi dengan sosok wanita menyeramkan yg telah mengajakku ke alamnya. Suara2 seperti kilat menggelegar dan bumi bergoyang seakan seperti nyata, lalu wanita menyeramkan itu pergi menghilang setelah kalah bertarung bersama sosok putih tersebut. Tbtb kami diajak pergi oleh sosok bercahaya putih trsbt ke tempat seperti safana dan sosok bercahaya putih itu menghilang. Lalu teman ku berkata skrg sudah tidak ada lagi sosok wanita yg mengikuti kamu(saya). Lalu aku berkata siapakah sosok bercahaya putih tersebut. Temanku menjawab bahwa dia adalah leluhurku yg aku panggil. Setelah itu aku lgsg terbangun ternyata ini sudah jam set 4 pagi. Saat aku terbangun aku lgsg mengambil hanpond ku yg sedang berbunyi. Saat ku lihat ternyata ada pesan singkat dr temanku yg indigo trsbt. Saatku buka ternyata isi pesannya "skrg sudah tidak ada lagi yg mengikutimu tp jgn sekali2 kamu menyebut nama sosok wanita trsbt baik sengaja ataupun tidak sengaja". Aku membelas pesan singkat dr temanku itu " Jadi yang tadi itu nyata?" Namun teman ku tdk membalas pesan ku. Sepaginya aku brgkt sekolah dan melihat temanku yg masuk di dlm mimpiku lalu aku bertanya "apakah tadi nyata?" Temanku menjawab sudah jgn dibahas jangan beri tahu siapa2 tentang kejadian saat malam trsbt dan jgn sekali2 menyebut namanya. Aku lgsg saja mengiyakan saja apa yg temanku katakan tadi. Itulah cerita menyeramkan ku selamana ini. Doo you see what i see?
Comments
Post a Comment