Potret Jalanan by Yayang
Rizky adalah
anak yang berusia 17th dan dia bukan berasal dari Majalengka tapi dia
ditakdirkan untuk hidup di Majalengka. Dia putus sekolah karena orang tuanya
bercerai. Ibunya pergi ke Saudia dan ayahnya memilih menikah lagi dengan
perempuan lain. Dan seharusnya sekarang dia berada dikelas 1 Sekolah Menengah
Atas bersama teman-teman sebayanya.
Karena
perceraian orang tuanya dia memutuskan tinggal dengan neneknya dan berharap dia
mendapatkan kasih sayang dari neneknya, tapi ternyata neneknya selalu membandingkan
dia dengan cucu-cucunya yang lain yang jauh lebih baik darinya. Sudah jatuh
tertimpa tangga itulah yang dialaminya sekarang sehingga dia memutuskan untuk
hidup dijalanan sekitar Majalengka.
Setiap hari Rabu
dan Jumat dia selalu kerumah ku untuk sekedar belajar dan bercerita. Saya
senang dan tidak merasa jijik ataupun risih dengan dia karena saya berasa punya
adik dan bahkan bisa dibilang sahabat. Namun terkadang juga saya pernah bosan
untuk mendengarkan ceritanya tapi sediknya dia bisa meluapkan masalahnya disaat
memang semua orang tidak ada yang peduli sama dia bahkan orang tua kadungnya
sendiri.
Rasanya saya
ingin sekali mengutuk orang tuanya! Karena ke egoisan mereka ada masa depan
anak yang hancur dan tidak tau harus hidup seperti apa dan bagaimana. Saya juga
ingin mengutuk neneknya! Karena telah pilih kasih dan memandingkan dia dengan
cucunya dan bukannya memotivasi dia untuk tabah menjalani kehidupan. Lalu dia
bercerita banyak soal kehidupan anak jalanan. Katanya jadi anak jalanan itu
harus bisa merokok, minum-minuman biar dicap gaul dan berani. Sesekali juga
saya memarahi dan melarang dia untuk tidak melakukan itu. Namun terkadang saya
pernah melihat dia dijalan dengan teman-temannya sambil membawa rokok
ditangannya. Lalu saya ambil saja rokoknya dan memarahi teman-temannya kalau
merokok itu tidak baik bagi kesehatan dan memberi tahu dampak negatif biar
mereka jera.
Terkadang juga
saya kasihan melihat badannya yang
selalu kotor, bajunya kotor dan rambutnya yang dicat merah. Lalu ditangannya
juga memakai gelang yang ternyata gelang tersebut adalah identitas bahwa dia
itu anak geng motor ternama di Majalengka.
Dan lucunya lagi
geng motor yang isinya orang dewasa itu merekrut anak kecil yang masih belum
tau apa-apa! Rasanya saya ingin RAZAM saja para geng motor dan teman-temannya
yang SO GAUL SO BERANI! Karena mereka berani sekali menyentuh masa depan
anak-anak bangsa yang hidupnya sudah hancur mau dihancurkan lagi.
Bersambung...
Comments
Post a Comment