Maturbasi Tidak Pernah Pakai Tangan
Hallo, gue Adya Reza Primadi disini gue mencoba untuk menceritakan pengalaman gue, hari dimana valentine udah usai
gue mau bercerita awalnya gue kenal dengan istilah Masturbasi atau
onani. Jadi dahulu saat gue masih ke sekolah menggunakan celana bewarna
merah, gue hobi banget main bola plastik karena dibelakang rumah gue
terdapat lapangan bulu tangkis yang setiap sorenya pasti digunakan oleh
anak–anak kecil yang lain untuk bermain bola plastik. sama seperti
anak–anak kecil pada umumnya dulu gue sangat suka bermain bola, maklum
saja seorang pria memang ditakdirkan untuk menyukai sepakbola itu sudah
merupakan kodrat yang diberikan oleh tuhan. hampir setiap sore gue
habiskan waktu gue untuk bermain sepakbola. sebenarnya gue pengen banget
balik ke masa itu lagi, masa dimana dulu sendal gue digunakan untuk
menjadi tiang gawang dan kegiatan yang gue lakukan hanya bermain,
bermain dan bermain.
rasa bahagia selalu menemani gue kemana saja saat gue melakukan
aktivitas dan gue juga enggak perlu merasakan gimana rasanya kangen sama
seorang lawan jenis yang gue sayang, ngerasa cemburu bila orang yang
gue sayang berhubungan dengan pria lain, sakit hati bila orang yang gue
sayang enggak sayang balik kepada gue, ngerasain gimana rasa sakit hati
kalo orang yang gue sayang nyelingkuhin gue, pokoknya gue enggak perlu
merasakan semua yang berhubungan dengan cinta. Itu adalah masa –masa
paling indah dalam hidup gue.
Setiap pulang main bola, gue pasti minta pijetin sama nyokap kalo kaki gue keseleo atau pegal –pegal, sampai di suatu sore setelah gue bermain bola, nyokap nyuruh gue untuk memijat kaki gue sendiri yang pegal dengan alat pijat. Bentuknya panjang, kira–kira 45cm. dan di ujungnya terdapat bulatan yang jika dihidupkan bisa bergetar.
Getaran bulatan tersebut bisa diatur sesuka hati lu, karena di alat itu terdapat sebuah tombol yang bisa lu pilih, bisa getarnya sedang dan getarnya kencang. Mungkin ini adalah sebuah levelnya. Suatu sore gue mulai mencoba alat itu, setelah dipratekan sama nyokap sebelumnya, gue mulai menggunakan alat itu dengan level yang tidak begitu kencang bergetarnya. kaki, tangan, punggung, leher, hampir semua badan gue tempelkan dengan alat itu..
sampai ketika gue iseng menggunakan alat itu ke bagian paling vital tubuh seseorang pria, iya selangkangan. Rasanya enak, geli–geli semeriwing gimana gitu, gue terus menempelkan alat itu ke bagian tubuh paling vital dan gue masih ingat setelah hampir satu jam gue tempelkan alat pijat itu dibagian selangkangan gue, tiba-tiba gue merasakan selangkan gue getar–getar, dan rasanya enak. gue juga bingung kenapa alat vital gue bisa getar–getar kayagitu sehabis ditempelkan alat pijit itu, ini pasti ada apa-apanya. Rasa penasaran seorang pria sejati pun muncul.
Seiring berjalannya waktu, gue terus menggunakan alat itu, mungkin gue juga sudah mulai candu dengan alat pijat itu, dan gue mulai ber-explorasi dengan menguakan alat pijat yang ditempelkan ke selangkangan gue dengan menggunakan sebuah objek, sambil menonton TV dan mencari artis–artis lawan jenis yang cantik yang berada di TV. karena masih kecil kamar gue belum terdapat TV dengan alasan nanti jika gue punya TV di kamar maka gue akan malas untuk belajar, gak abis pikir gue dengan pikiran orang tua gue, padahal gak ada TVnya juga gue malas buat belajar. jadi ya gue menggunakan alat pijat itu di ruang tamu, karena gue takut ketahuan nyokap jika gue salah gunakan alat pijat itu, akhirnya gue menggunakan sarung untuk menutupi alat pijat itu ketika menonton tv di ruang tamu.
Ternyata cara sederhana gue berhasil mengelabui nyokap gue. Sarah Azhari dalam film “montir – montir cantik.” sukses membuat gue menunggunya disetiap mingguuntuk menggunakan alat itu, dan bukan hanya Sarah Azhari, Dian Sastro pun ikut bagian dalam khayalan gue ketika menggunakan alat itu.
Gue enggak ingat betul berapa tahun gue menggunakan alat pijat yang gue anggap alat ajaib itu, mungkin kira–kira hampir dua tahun, sampai akhirnya gue merasakan apa yang disebut dengan “Sunat” awalnya gue takut buat disunat, gue enggak bisa bayangin alat vital gue dipegang sama orang lain yang enggak gue sayang, itu sama aja kayak diperkosa menurut gue. tapi karena bokap dan nyokap udah terus–menerus nyuruh gue buat disunat, gue harus merelakan alat kelamin gue dipegang oleh orang lain. hiks, hiks..
Rasa sedih menyelimuti gue saat perjalan ke tempat sunat, gue memilih untuk sunat di mantri, karena yang gue denger, hasil sunatan mantri itu lebih bagus dibanding dengan laser di dokter. setelah sampai di mantri, gue langsung ngerasa parno buat nunjukin alat kelamin gue, gue ingat banget waktu itu gue disunat jam 8 pagi dan keluar jam 8.25
Selama 25 menit didalam ruangan mantri, gue terus menerus merasa gugup, gue enggak tega bagian tubuh yang selama ini gue sayang, dipotong dan dibuang begitu saja, jujur gue sedih. tapi karena ini adalah hukum dari agama yang gue anut, gue harus merelakan potongan daging sunat itu pergi dari tubuh gue.. “selamat tinggal dude And Take Care.”
Setelah mantri itu berhasil memotong dan menjahit bagian alat vital gue, dia lalu ngasih liat gue potongan daging alat vital gue yang berhasil ia potong.
“Nih, De, lihat….
Setelah melihat potongan daging dari alat vital gue itu, gue sedikit meneteskan air mata, Rasa haru itba-tiba datang menyelimut, Damn. gue benci dengan perpisahan. gue melihat dia digabung dengan potongan–potongan daging sunat dari orang–orang yang lain orang-orang yang enggak gue kenal. Saat itu gue hanya berharap semoga dia bisa beradaptasi dengan baik..
Sebenar-nya gue juga enggak tahu, gue sedih atas kepergian dia atau emang gara–gara gue merasakan ngilu yang amat sangat dari bagian alat vital gue. maklum, nama-nya juga dimantri, bius dari dia enggak sebagus dokter.
Dan ketika gue mau balik, pak mantri itu memberikan sebuah amplop yang berisikan uang sebesar dua puluh ribu rupiah, saat itu hati gue seneng banget, tapi tiba–tiba gue sedih, gue berpikir jangan–jangan dia menghargai potongan daging sunat gue dengan harga dua puluh ribu?? Kenapa muraaaaah banget ya Tuhan, kenapa… 25ribu kek gitu..
Well, setelah sampai di rumah, sifat gue sedikit berbeda, gue memiliki sifat sombong terhadap Adik gue yang belum sunat, karena menurut gue, setelah disunat ini, gue berhasil naik level untuk menjadi pria sejati. tapi Sebenarnya enggak penting sombong juga sama Adik gue, toh’ dia juga belum TK. Dia masih enggak tahu apa–apa, dia belum tahu bagaimana dunia perselangkangan. sampai detik ini, gue masih sedih kenapa waktu baru disunat gue sombong sama dia. Im very very sorry, Broh..
Setelah sampai rumah, gue disuruh nyokap untuk tidak banyak bergerak, karena nanti takut pendarahan atau bengkak, dia juga sempat bilang jangan ngelangkahin Tai Ayam, katanya itu kalo orang yang baru sunat dia ngelangkahin tai Ayam, nanti sembuhnya lama dan bisa bengkak. maklum nyokap gue orang dulu, yang masih percaya dengan mitos–mitos yang sampai detik ini gue enggak percaya. tapi karena gue sayang sama dia, gue ikutin aja apa yang dia katakan.
Lagi asik nonton TV, gue enggak sengaja ganti chenel ANTV yang saat itu masih berkerja sama dengan MTV. dan saat itu MTV sedang menyajikan video clip dari Jewel yang berjudul “Intuition” lu tahu s Jewel di video clip itu berpakai seperti apa? dengan tarian yang membuat kaun pria birahi.
“Follow your heart…. Your intuition, It will lead you in the right direction Let go of your mind Your Intuition Is easy to find Just follow your heart baby..”
Sentak alat vital gue langsung naik dengan sendirinya. AAAAARRRRGGGHH!! Itu ngilu sangat kampret!!! Lu bisa bayangin gimana rasanya lu baru disunat dan alat vital lu berdiri? rasa ngilunya itu enggak bisa di ungkapkan dengan kata–kata.
Saat itu gue bingung, kalo chenel itu gue ganti, gue enggak bisa ngeliat si Jewel yang lagi joget–joget sesuka hatinya dengan menggoyangkan pantatnya ke kanan dan kekiri, tapi kalo enggak gue ganti, gue terus-menerus merasa ngilu yang amat sangat. dan setelah hampir tiga puluh menit gue berpikir, akhirnya gue putuskan untuk mengganti chenel itu, menurut gue ini adalah sebuah pilihan yang paling tepat untuk gue ambil.
Selama fase penyembuhan sunat gue enggak bisa bertemu dengan alat pijat yang gue anggap alat ajaib itu, satu minggu berlalu, dua minggu, tiga minggu, dan akhirnya setelah satu bulan setelah sunat, gue mengumpulkan niat dan mulai memeberanikan diri untuk kembali bertemu dengan alat pijat itu.
Hallo, how do you do? Where are you come from? gue mulai basa-basi, dan tidak lama berselang gue langsung menggunakan alat pijat itu di kamar gue sendiri, dan tidak lupa mengunci pintu karena gue takut nanti saat asik menempelkan alat pijat itu diselangkangan gue, tiba–tiba nyokap masuk dan melihat ekpresi wajah anak prianya yang imut ini sedang asik bermain dengan selangkangannya.
Saat itu ada yang berbeda ketika gue menggunakan alat pijat itu. gue tidak membutuhkan waktu sampai satu jam untuk merasakan alat vital gue getar-getar. saat itu gue ingat banget baru tiga puluh menit, alat vital gue sudah gatar-getar. dan yang anehnya lagi, ia mengeluarkan sebuah cairan.
MAMA……. INI AIR APAAAAA?? PLEASE HELP ME GOD.. Teriak gue dalam hati setelah mengetahui alat vital gue mengeluarkan sebuah cairan.
Sang waktu berjalan begitu cepat, gue terus mencari cara lain untuk menggunakan alat pijat itu, soalnya sekarang alat vital gue berubah! Dia mengeluarkan sebuah cairan air yang sangat lengket jika tidak segera dibilas atau dicuci.setelah cukup keras berpikir bagaimana cara mengatasi cairan ini, akhirnya gue menemukan sebuah cara yang sangat ampuh.
Gue menaruh alat pijat itu dilantai yang dialaskan sebuah baju jersey bola Negara Brazil yang mempuyai sebuah nama Ronaldo dibawah alat itu dan gue mulai menimpahnya dengan tubuh gue. cara ini sangat membutuhkan konsentrasi yang penuh, karena lu harus benar-benar tepat untuk menjatuhkan badan lu untuk membuat alat vital lu sejajar dengan alat pijat itu. jadi menurut gue, enggak semua pria dapat melakukan hal ini dengan baik, dan gue berpikir bahwa gue adalah salah satu pria yang terpilih untuk bisa memanjakan alat vital gue dengan cara seperti ini.
Hampir setiap hari gue selalu memanjakan diri gue dengan baju Brazil dan alat pijat itu, menurut gue saat itu, mereka berdua adalah teman terbaik yang pernah gue miliki, mereka selalu ada buat gue, dan enggak pernah membocorkan rahasia atau aib gue, sampai akhirnya kabar buruk menimpa gue, nyokap gue waktu itu nyuruh gue dan anggota keluarga yang lain untuk pindah rumah, karena rumah gue pengen direnovasi, jadi gue harus ngontrak untuk beberapa minggu. dan gue tidak membawa teman–teman terbaik gue saat itu karena gue takut dicurigai oleh nyokap.
Setelah rumah selesai direnovasi, alat pijat yang gue anggap alat ajaib itu hilang, gue hanya menemukan baju Brazil yang selalu gue simpan di atas lemari pakaian. saat itu gue merasakan sedih yang luar biasa. seperti putus dengan orang yang gue sayang setelah pacaran hampir 6 tahun. gue gak nafsu makan, kalo ada hujan gue galau, sulit tidur, pokoknya gue sedih banget.
Gue sempat beberapa kali menanyakan ke nyokap apakah dia menyimpan alat pijat itu, “mama enggak tahu” itulah jawaban nyokap ketika gue menanyakan keberadaan alat pijat itu. Gue takut dia kenapa-kenapa, sampai akhirnya gue sudah merasa putus asa, dan gue dengan berat hati harus mengikhlaskan kepergian alat itu. saat itu gue selalu mengingat pepatah “setiap pertemuan pasti ada akhir” dengan selalu mengingat pepatah itu gue bisa sedikit nyaman untuk kembali menjalankan rutinitas yang gue lalui.
The show must go on. setelah kepergian alat pijat yang gue anggap alat ajaib itu, gue mulai bingung bagaimana cara mengunakan Baju Brazil. sebab selama ini alat pijat pasti selalu menemani ia sangat gue gunakan. tapi gue enggak patah semangat, gue terus menerus mencari cara baru untuk menggunakan Brazil itu, sampai di suatu sore akhirnya gue memutuskan untuk menggunakan cara manual. iya, sekarang gue harus menggunakan tubuh gue sendiri untuk memuaskan alat vital, dengan posisi tengkurep, yang dialaskan baju Brazil dibagian selangkangan, gue mulai mendorong atau menggesek –gesekan selangkanagn gue ke atas dan bawah.
Sebenarnya dengan cara seperti ini, lu bisa lebih mengembangakan fantasi liar yang lu miliki, lu bisa bebas milih siapa wanita yang pantas ada dibawah lu.dan setelah alat vital lu mengeluarkan sebuah cairan yang lengket, lu harus bangga, karena berhasil keluarnya cairan tersebut berkat usaha dan upaya diri lu sendiri tidak sedikitpun lu menggunakan tenaga orang lain.
Saat itu gue berpikir bahwa dibalik sebuah peristiwa pasti ada hikmanya, gue mulai terbiasa menggunakan baju Brazil tersebut, sampai gue naik ke SMP baju brazil tersebut berhasil menemani gue menjalankan rutinitas gue dengan rasa bahagia, tetapi namanya juga manusia, pasti ia akan memiliki sebuah masalah baru yang sering muncul didalam hidupnya. masalah baru yang gue alami saat itu adalah hilangnya baju Brazil di atas lemari gue. gue enggak tahu harus bagaimana lagi, cobaan terus datang silih berganti, tetapi gue berpikir Tuhan enggak bakalan ngasih lu cobaan jika lu enggak mampu melewati cobaan tersebut, setiap cobaan yang gue alami dalam hidup, gue anggap itu adalah sebuah level untuk gue agar bisa bertemu dengan masalah berikutnya.
Awalnya gue mau nanya ke nyokap apakah dia mengetahui keberadaan baju Brazil gue atu enggak, tapi gue malu buat nanya ke dia, soalnya baju Brazil gue saat itu sudah tidak mempuyai cela kosong lagi, ia sudah berbalut sperma disetiap sisinya. Itu benar–benar bau banget, kalo menurut gue pribadi sih, bau dari baju tersebut bisa digunakan juga sebagai obat bius, gue pernah mencoba mencium bau sekali, sehabis itu dua hari gue enggak nafsu makan.
Setelah gue mulai tabah atau tegar dengan kepergian baju Brazil tersebut, tiba–tiba Tuhan menunjukan dirinya, gue menemukan baju Brazil itu telah ada didalam lemari pakaian gue dalam keadaan sudah dicuci. lu bisa bayangin gak gimana air cucian dari baju yang berlumuran sperma itu yang enggak pernah dicuci hampir tiga tahun? gue rasa cuma nyokap gue yang bisa ngeliat air cucian itu. dan saat itu gue berpikir, namanya jodoh pasti enggak kemana, Thanks, Mom. i’m really really love you. :*
Setiap pulang main bola, gue pasti minta pijetin sama nyokap kalo kaki gue keseleo atau pegal –pegal, sampai di suatu sore setelah gue bermain bola, nyokap nyuruh gue untuk memijat kaki gue sendiri yang pegal dengan alat pijat. Bentuknya panjang, kira–kira 45cm. dan di ujungnya terdapat bulatan yang jika dihidupkan bisa bergetar.
Getaran bulatan tersebut bisa diatur sesuka hati lu, karena di alat itu terdapat sebuah tombol yang bisa lu pilih, bisa getarnya sedang dan getarnya kencang. Mungkin ini adalah sebuah levelnya. Suatu sore gue mulai mencoba alat itu, setelah dipratekan sama nyokap sebelumnya, gue mulai menggunakan alat itu dengan level yang tidak begitu kencang bergetarnya. kaki, tangan, punggung, leher, hampir semua badan gue tempelkan dengan alat itu..
sampai ketika gue iseng menggunakan alat itu ke bagian paling vital tubuh seseorang pria, iya selangkangan. Rasanya enak, geli–geli semeriwing gimana gitu, gue terus menempelkan alat itu ke bagian tubuh paling vital dan gue masih ingat setelah hampir satu jam gue tempelkan alat pijat itu dibagian selangkangan gue, tiba-tiba gue merasakan selangkan gue getar–getar, dan rasanya enak. gue juga bingung kenapa alat vital gue bisa getar–getar kayagitu sehabis ditempelkan alat pijit itu, ini pasti ada apa-apanya. Rasa penasaran seorang pria sejati pun muncul.
Seiring berjalannya waktu, gue terus menggunakan alat itu, mungkin gue juga sudah mulai candu dengan alat pijat itu, dan gue mulai ber-explorasi dengan menguakan alat pijat yang ditempelkan ke selangkangan gue dengan menggunakan sebuah objek, sambil menonton TV dan mencari artis–artis lawan jenis yang cantik yang berada di TV. karena masih kecil kamar gue belum terdapat TV dengan alasan nanti jika gue punya TV di kamar maka gue akan malas untuk belajar, gak abis pikir gue dengan pikiran orang tua gue, padahal gak ada TVnya juga gue malas buat belajar. jadi ya gue menggunakan alat pijat itu di ruang tamu, karena gue takut ketahuan nyokap jika gue salah gunakan alat pijat itu, akhirnya gue menggunakan sarung untuk menutupi alat pijat itu ketika menonton tv di ruang tamu.
Ternyata cara sederhana gue berhasil mengelabui nyokap gue. Sarah Azhari dalam film “montir – montir cantik.” sukses membuat gue menunggunya disetiap mingguuntuk menggunakan alat itu, dan bukan hanya Sarah Azhari, Dian Sastro pun ikut bagian dalam khayalan gue ketika menggunakan alat itu.
Gue enggak ingat betul berapa tahun gue menggunakan alat pijat yang gue anggap alat ajaib itu, mungkin kira–kira hampir dua tahun, sampai akhirnya gue merasakan apa yang disebut dengan “Sunat” awalnya gue takut buat disunat, gue enggak bisa bayangin alat vital gue dipegang sama orang lain yang enggak gue sayang, itu sama aja kayak diperkosa menurut gue. tapi karena bokap dan nyokap udah terus–menerus nyuruh gue buat disunat, gue harus merelakan alat kelamin gue dipegang oleh orang lain. hiks, hiks..
Rasa sedih menyelimuti gue saat perjalan ke tempat sunat, gue memilih untuk sunat di mantri, karena yang gue denger, hasil sunatan mantri itu lebih bagus dibanding dengan laser di dokter. setelah sampai di mantri, gue langsung ngerasa parno buat nunjukin alat kelamin gue, gue ingat banget waktu itu gue disunat jam 8 pagi dan keluar jam 8.25
Selama 25 menit didalam ruangan mantri, gue terus menerus merasa gugup, gue enggak tega bagian tubuh yang selama ini gue sayang, dipotong dan dibuang begitu saja, jujur gue sedih. tapi karena ini adalah hukum dari agama yang gue anut, gue harus merelakan potongan daging sunat itu pergi dari tubuh gue.. “selamat tinggal dude And Take Care.”
Setelah mantri itu berhasil memotong dan menjahit bagian alat vital gue, dia lalu ngasih liat gue potongan daging alat vital gue yang berhasil ia potong.
“Nih, De, lihat….
Setelah melihat potongan daging dari alat vital gue itu, gue sedikit meneteskan air mata, Rasa haru itba-tiba datang menyelimut, Damn. gue benci dengan perpisahan. gue melihat dia digabung dengan potongan–potongan daging sunat dari orang–orang yang lain orang-orang yang enggak gue kenal. Saat itu gue hanya berharap semoga dia bisa beradaptasi dengan baik..
Sebenar-nya gue juga enggak tahu, gue sedih atas kepergian dia atau emang gara–gara gue merasakan ngilu yang amat sangat dari bagian alat vital gue. maklum, nama-nya juga dimantri, bius dari dia enggak sebagus dokter.
Dan ketika gue mau balik, pak mantri itu memberikan sebuah amplop yang berisikan uang sebesar dua puluh ribu rupiah, saat itu hati gue seneng banget, tapi tiba–tiba gue sedih, gue berpikir jangan–jangan dia menghargai potongan daging sunat gue dengan harga dua puluh ribu?? Kenapa muraaaaah banget ya Tuhan, kenapa… 25ribu kek gitu..
Well, setelah sampai di rumah, sifat gue sedikit berbeda, gue memiliki sifat sombong terhadap Adik gue yang belum sunat, karena menurut gue, setelah disunat ini, gue berhasil naik level untuk menjadi pria sejati. tapi Sebenarnya enggak penting sombong juga sama Adik gue, toh’ dia juga belum TK. Dia masih enggak tahu apa–apa, dia belum tahu bagaimana dunia perselangkangan. sampai detik ini, gue masih sedih kenapa waktu baru disunat gue sombong sama dia. Im very very sorry, Broh..
Setelah sampai rumah, gue disuruh nyokap untuk tidak banyak bergerak, karena nanti takut pendarahan atau bengkak, dia juga sempat bilang jangan ngelangkahin Tai Ayam, katanya itu kalo orang yang baru sunat dia ngelangkahin tai Ayam, nanti sembuhnya lama dan bisa bengkak. maklum nyokap gue orang dulu, yang masih percaya dengan mitos–mitos yang sampai detik ini gue enggak percaya. tapi karena gue sayang sama dia, gue ikutin aja apa yang dia katakan.
Lagi asik nonton TV, gue enggak sengaja ganti chenel ANTV yang saat itu masih berkerja sama dengan MTV. dan saat itu MTV sedang menyajikan video clip dari Jewel yang berjudul “Intuition” lu tahu s Jewel di video clip itu berpakai seperti apa? dengan tarian yang membuat kaun pria birahi.
“Follow your heart…. Your intuition, It will lead you in the right direction Let go of your mind Your Intuition Is easy to find Just follow your heart baby..”
Sentak alat vital gue langsung naik dengan sendirinya. AAAAARRRRGGGHH!! Itu ngilu sangat kampret!!! Lu bisa bayangin gimana rasanya lu baru disunat dan alat vital lu berdiri? rasa ngilunya itu enggak bisa di ungkapkan dengan kata–kata.
Saat itu gue bingung, kalo chenel itu gue ganti, gue enggak bisa ngeliat si Jewel yang lagi joget–joget sesuka hatinya dengan menggoyangkan pantatnya ke kanan dan kekiri, tapi kalo enggak gue ganti, gue terus-menerus merasa ngilu yang amat sangat. dan setelah hampir tiga puluh menit gue berpikir, akhirnya gue putuskan untuk mengganti chenel itu, menurut gue ini adalah sebuah pilihan yang paling tepat untuk gue ambil.
Selama fase penyembuhan sunat gue enggak bisa bertemu dengan alat pijat yang gue anggap alat ajaib itu, satu minggu berlalu, dua minggu, tiga minggu, dan akhirnya setelah satu bulan setelah sunat, gue mengumpulkan niat dan mulai memeberanikan diri untuk kembali bertemu dengan alat pijat itu.
Hallo, how do you do? Where are you come from? gue mulai basa-basi, dan tidak lama berselang gue langsung menggunakan alat pijat itu di kamar gue sendiri, dan tidak lupa mengunci pintu karena gue takut nanti saat asik menempelkan alat pijat itu diselangkangan gue, tiba–tiba nyokap masuk dan melihat ekpresi wajah anak prianya yang imut ini sedang asik bermain dengan selangkangannya.
Saat itu ada yang berbeda ketika gue menggunakan alat pijat itu. gue tidak membutuhkan waktu sampai satu jam untuk merasakan alat vital gue getar-getar. saat itu gue ingat banget baru tiga puluh menit, alat vital gue sudah gatar-getar. dan yang anehnya lagi, ia mengeluarkan sebuah cairan.
MAMA……. INI AIR APAAAAA?? PLEASE HELP ME GOD.. Teriak gue dalam hati setelah mengetahui alat vital gue mengeluarkan sebuah cairan.
Sang waktu berjalan begitu cepat, gue terus mencari cara lain untuk menggunakan alat pijat itu, soalnya sekarang alat vital gue berubah! Dia mengeluarkan sebuah cairan air yang sangat lengket jika tidak segera dibilas atau dicuci.setelah cukup keras berpikir bagaimana cara mengatasi cairan ini, akhirnya gue menemukan sebuah cara yang sangat ampuh.
Gue menaruh alat pijat itu dilantai yang dialaskan sebuah baju jersey bola Negara Brazil yang mempuyai sebuah nama Ronaldo dibawah alat itu dan gue mulai menimpahnya dengan tubuh gue. cara ini sangat membutuhkan konsentrasi yang penuh, karena lu harus benar-benar tepat untuk menjatuhkan badan lu untuk membuat alat vital lu sejajar dengan alat pijat itu. jadi menurut gue, enggak semua pria dapat melakukan hal ini dengan baik, dan gue berpikir bahwa gue adalah salah satu pria yang terpilih untuk bisa memanjakan alat vital gue dengan cara seperti ini.
Hampir setiap hari gue selalu memanjakan diri gue dengan baju Brazil dan alat pijat itu, menurut gue saat itu, mereka berdua adalah teman terbaik yang pernah gue miliki, mereka selalu ada buat gue, dan enggak pernah membocorkan rahasia atau aib gue, sampai akhirnya kabar buruk menimpa gue, nyokap gue waktu itu nyuruh gue dan anggota keluarga yang lain untuk pindah rumah, karena rumah gue pengen direnovasi, jadi gue harus ngontrak untuk beberapa minggu. dan gue tidak membawa teman–teman terbaik gue saat itu karena gue takut dicurigai oleh nyokap.
Setelah rumah selesai direnovasi, alat pijat yang gue anggap alat ajaib itu hilang, gue hanya menemukan baju Brazil yang selalu gue simpan di atas lemari pakaian. saat itu gue merasakan sedih yang luar biasa. seperti putus dengan orang yang gue sayang setelah pacaran hampir 6 tahun. gue gak nafsu makan, kalo ada hujan gue galau, sulit tidur, pokoknya gue sedih banget.
Gue sempat beberapa kali menanyakan ke nyokap apakah dia menyimpan alat pijat itu, “mama enggak tahu” itulah jawaban nyokap ketika gue menanyakan keberadaan alat pijat itu. Gue takut dia kenapa-kenapa, sampai akhirnya gue sudah merasa putus asa, dan gue dengan berat hati harus mengikhlaskan kepergian alat itu. saat itu gue selalu mengingat pepatah “setiap pertemuan pasti ada akhir” dengan selalu mengingat pepatah itu gue bisa sedikit nyaman untuk kembali menjalankan rutinitas yang gue lalui.
The show must go on. setelah kepergian alat pijat yang gue anggap alat ajaib itu, gue mulai bingung bagaimana cara mengunakan Baju Brazil. sebab selama ini alat pijat pasti selalu menemani ia sangat gue gunakan. tapi gue enggak patah semangat, gue terus menerus mencari cara baru untuk menggunakan Brazil itu, sampai di suatu sore akhirnya gue memutuskan untuk menggunakan cara manual. iya, sekarang gue harus menggunakan tubuh gue sendiri untuk memuaskan alat vital, dengan posisi tengkurep, yang dialaskan baju Brazil dibagian selangkangan, gue mulai mendorong atau menggesek –gesekan selangkanagn gue ke atas dan bawah.
Sebenarnya dengan cara seperti ini, lu bisa lebih mengembangakan fantasi liar yang lu miliki, lu bisa bebas milih siapa wanita yang pantas ada dibawah lu.dan setelah alat vital lu mengeluarkan sebuah cairan yang lengket, lu harus bangga, karena berhasil keluarnya cairan tersebut berkat usaha dan upaya diri lu sendiri tidak sedikitpun lu menggunakan tenaga orang lain.
Saat itu gue berpikir bahwa dibalik sebuah peristiwa pasti ada hikmanya, gue mulai terbiasa menggunakan baju Brazil tersebut, sampai gue naik ke SMP baju brazil tersebut berhasil menemani gue menjalankan rutinitas gue dengan rasa bahagia, tetapi namanya juga manusia, pasti ia akan memiliki sebuah masalah baru yang sering muncul didalam hidupnya. masalah baru yang gue alami saat itu adalah hilangnya baju Brazil di atas lemari gue. gue enggak tahu harus bagaimana lagi, cobaan terus datang silih berganti, tetapi gue berpikir Tuhan enggak bakalan ngasih lu cobaan jika lu enggak mampu melewati cobaan tersebut, setiap cobaan yang gue alami dalam hidup, gue anggap itu adalah sebuah level untuk gue agar bisa bertemu dengan masalah berikutnya.
Awalnya gue mau nanya ke nyokap apakah dia mengetahui keberadaan baju Brazil gue atu enggak, tapi gue malu buat nanya ke dia, soalnya baju Brazil gue saat itu sudah tidak mempuyai cela kosong lagi, ia sudah berbalut sperma disetiap sisinya. Itu benar–benar bau banget, kalo menurut gue pribadi sih, bau dari baju tersebut bisa digunakan juga sebagai obat bius, gue pernah mencoba mencium bau sekali, sehabis itu dua hari gue enggak nafsu makan.
Setelah gue mulai tabah atau tegar dengan kepergian baju Brazil tersebut, tiba–tiba Tuhan menunjukan dirinya, gue menemukan baju Brazil itu telah ada didalam lemari pakaian gue dalam keadaan sudah dicuci. lu bisa bayangin gak gimana air cucian dari baju yang berlumuran sperma itu yang enggak pernah dicuci hampir tiga tahun? gue rasa cuma nyokap gue yang bisa ngeliat air cucian itu. dan saat itu gue berpikir, namanya jodoh pasti enggak kemana, Thanks, Mom. i’m really really love you. :*
Comments
Post a Comment